Dial Test Indicator apa fungsinya?

Dalam berbagai konteks sains, teknologi, dan manufaktur (seperti permesinan, fabrikasi, dan manufaktur aditif), Test indicator merupakan salah satu dari berbagai instrumen yang digunakan untuk mengukur jarak dan sudut kecil secara akurat, dan memperkuatnya agar lebih jelas. Dalam artikel ini kita akan bahas penjelasan lengkap tentang fungsi sampai cara menggunakan Dial Test Indicator. 

DIAL TEST INDICATOR ITU APA FUNGSINYA?

Test Indicator menunjukkan kepada pengguna apa yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang mereka; seperti keberadaan permukaan cembung/tidak rata, atau kuantitas yang tepat, dari jarak yang kecil (misalnya, perbedaan ketinggian yang kecil antara dua permukaan datar, sedikit kurangnya konsentrisitas antara dua silinder, atau penyimpangan fisik kecil lainnya).

Alat ukur dial indicator menjadi salah satu alat cek dimensi yang berperan penting untuk mengukur kerataan permukaan bidang datar maupun bentuk konsentrisitas dalam mengecek komponen otomotif perbengkelan seperti as roda pada motor, putaran bearing pada mekanisme kendaraan dan bahkan cek penyok dan kerataan dalam kerja servis balancing velg mobil. Komponen kendaraan perlu diukur kerataannya supaya teknisi bisa memperbaikinya dengan mudah. Alat ini juga bisa menjadi pendeteksi jika terjadi kerusakan pada alat ukur lain atau permesinan bubut.

Dial test indicator versi lever memiliki jangkauan pengukuran yang lebih kecil daripada dial indicator standar. Dial test indicator versi lever lebih tepat digunakan untuk mengecek silindrisitas dan tingkat kekasaran permukaan pada material, meskipun pengukuran hanya dilakukan pada satu titik atau daerah radius permukaan tertentu.

DIAL TEST INDICATOR KAPAN DIGUNAKAN?

Dial gauge memiliki beberapa fungsi dalam pengukuran mesin. Berikut ini beberapa pemaparan soal fungsi lengkapnya.

  1. Pengukuran Kerataan Bidang Datar:
    Fungsi yang pertama ini sama seperti pengertiannya yaitu mengukur kerataan permukaan dari bidang datar. Misalnya saja ketika teknisi harus mengecek kerataan permukaan rem cakram dan flywheel. Kedua komponen yang akan bergesekkan ini perlu permukaan yang rata sehingga dapat bekerja dengan baik. Ketika permukaannya diukur dengan dial indicator ternyata tidak rata, maka perlu perbaikan dengan pembubutan.

  2. Pengukuran Kerataan dan Kebulatan Permukaan Poros:
    Selain untuk permukaan bidang datar, fungsi dial indicator merupakan untuk mengukur kebulatan dari poros. Beberapa jenis poros yang digunakan pada kendaraan seperti crank journal pada crankshaft. Ada juga cam journal di camshaft yang perlu diukur apakah permukaannya tetap bulan dan juga rata. Komponen ini tidak boleh berubah bentuk seperti menjadi oval atau memiliki tekstur kasar.

  3. Pengukuran Kesejajaran Permukaan:
    Kesejajaran permukaan pada mesin saat proses pembuatan juga harus dicek dengan dial gauge. Beberapa komponen yang harus diukur antara lain liner projection pada mesin diesel. Fungsi dari liner projection merupakan membandingkan ketinggian liner projection yang baru. Perbandingkan kesejajaran dilakukan dengan permukaan cylinder block agar tahu ketebalan gasket yang diperlukan. Tak hanya liner projection, piston protrusion juga perlu dicek kesejajaran permukaannya sehingga memperoleh ketinggian ideal dari pabrik. Kesejajaran diukur antara silinder head dengan puncak kepala piston ketika pemasangan.

  4. Pengukuran Run Out Poros:
    Beberapa komponen lain seperti poros propeller juga harus diukur kembali setiap kali servis atau tune up. Dial indicator akan memudahkan teknisi mengetahui apakah komponen silinder tersebut masih lurus atau bengkok. Mengingat komponen poros berbentuk tabung panjang, maka harus diukur pada bagian ujung depan, ujung belakang dan juga tengah. Nantinya nilai yang muncul akan dibandingkan sehingga mengetahui apa terjadi kebengkokan. 

  5. Pengukuran Jarak End Play:
    Fungsi yang terakhir merupakan untuk pengukuran jarak end play dari sebuah benda. Jarak yang dimaksud merupakan jarak dari gerak bebas pada suatu benda, contohnya saja crankshaft. Tujuannya merupakan untuk mencegah agar crankshaft tidak mengalami kemacetan. Seperti tidak dapat berputar karena thrust bearing mengembang akibat panas mesin. 

DIAL TEST INDICATOR CARA KERJANYA BAGAIMANA?

Ada dua tipe umum Test indicator yaitu versi Digital dan versi Dial. Versi mekanis klasik, yang disebut indikator dial, menyediakan tampilan dial yang mirip dengan tampilan jam dengan jarum jam; tangan menunjuk ke kelulusan dalam skala melingkar pada dial yang mewakili jarak ujung probe dari pengaturan nol. Pekerjaan internal indikator dial mekanis mirip dengan jarum jam mekanis, menggunakan roda gigi rak dan pinion untuk membaca posisi probe. Sisi poros probe indikator dipotong dengan gigi untuk menyediakan roda gigi rak. Saat probe bergerak, gigi rak menggerakkan gigi pinion untuk berputar, memutar jarum penunjuk “jam”. Pegas memuat mekanisme roda gigi untuk meminimalkan kesalahan serangan balik dalam pembacaan.

Kualitas yang tepat dari bentuk roda gigi dan pinion bantalan menentukan ketepatan pengukuran berulang yang dicapai. Karena mekanismenya sangat halus, konstruksi rangka yang kokoh diperlukan untuk bekerja dengan andal dalam aplikasi yang keras seperti operasi pengerjaan logam alat mesin, serupa dengan bagaimana jam tangan dibuat kokoh. 

Dial test indicator secara mekanisme kerjanya ada dua tipe yaitu tipe plunger atau gagang ukur stem naik-turun dan tipe lever atau gaya ukur dengan supensi seret, juga dikenal sebagai lever arm test indicator atau finger indicator. Perbedaan dari keduanya yaitu Dial test versi lever memiliki jangkauan pengukuran yang lebih kecil daripada dial indicator standar. 

Indikator uji mengukur defleksi atau penyimpangan kecil saat probe diletakkan dengan permukaan material yang akan dites. Bentuk fisik dial indicator merupakan seperti jam analog yang memiliki jarum penunjuk penyimpangan. Untuk jenis Dial test indicator yang lebih presisi, dilengkapi dengan dua jarum. Satu jarum sebagai penunjuk besar dan dua jarum lainnya merupakan petunjuk yang ukurannya kecil. 

Fungsi dari jarum penunjuk kecil merupakan mencatat gerakan dari jarum besar. Satu putaran jarum besar akan memutar jarum kecil bertambah satu angka. Tidak ada bedanya dengan jarum jarum detik dan jarum menit pada jam. 

Graduasi atau tampilan resolusi dari alat ukur dial test indicator ini ada yang 0.05mm, 0.02mm dan yang paling umum digunakan tipe 0,01 mm. Prinsip kerjanya merupakan gerak lurus dari spindel diubah menjadi gerak berputar. Oleh karena itulah untuk pengamatan toleransi dimensi yang perlu diperhatikan pergerakannya merupakan jarum keiri dan kekanan. 

DIAL INDICATOR KOMPONENNYA APA SAJA? 

Dial indicator berfungsi untuk pengukuran berbagai jenis permukaan objek. Demi bekerja dengan baik, ada beberapa komponennya yang perlu diperhatikan. Komponen Dial test Indicator sebagai berikut;

  1. Jarum Penunjuk:
    Alat pengukur dial gauge menggunakan jarum untuk menunjukkan pengukuran. Angka yang keluar diperoleh dari jarum penunjuk ini. Jarum akan bergerak pada saat plunger atau ujung dial mendapat tekanan dari objek. Jarum akan langsung bergerak ketika terdapat permukaan yang tidak rata seperti cekung atau cembung. Jika jarum diam artinya permukaan rata. 

  2. Jarum Penghitung Putaran:
    Bagian ini merupakan jarum kecil yang fungsinya sebagai penghitung putaran dan disebut juga sebagai skala revolusi.

  3. Plunger:
    Disebut juga sebagai spindel yakni bagian yang bergerak tegak lurus dengan objek yang sedang diukur. Posisi yang dimiliki plunger baik sebelum dan sesudah mendapatkan beban akan mempengaruhi jarak penyimpangan. Beberapa orang menyebut juga komponen ini sebagai bidang sentuh di dial gauge. 

  4. Outer Ring:
    Komponen ini memiliki fungsi utama supaya alat memperoleh hasil pengukuran yang presisi. Outer ring akan bekerja mengkalibrasi skala jarum jam panjang supaya tepat di angka nol. Posisi angka nol sendiri akan disesuaikan ketika Anda melakukan proses pengukuran objek.

  5. Stem:
    Bagian ini memiliki fungsi sebagai wadah dari spindel ketika naik turun dengan leluasa.

  6. Spindel:
    Terakhir merupakan komponen spindel yang akan bekerja menginput data dari plunger ke dial indikator.

DIAL TEST INDICATOR CARA PAKAINYA BAGAIMANA?

Bagaimana cara mengukur menggunakan dial gauge? Dalam berbagai penggunaan tentu penggunaan dial gauge ini membutuhkan alat pemeganga atau holder dan magnetic base. Saat baru dibeli dalam set, tentu saja perlu dirangkai. Berikut beberapa langkah yang bisa diikuti;

  1. Pasang terlebih dahulu tangkai kupingan dial indicator di lubang pengunci dan kencangkan bagian baut dengan erat. 

  2. Masukkan bagian dial gauge yang memiliki jarum serta skala di tangkai yang tadi dipasang dan kencangkan.

  3. Jika digunakan pada permukaan mesin bubut dan miling, pastikan permukaan rekat base magnet itu rata dan bersihkan permukaan objek yang hendak diukur terlebih dahulu agar pengukuran lebih stabil.

  4. Nyalakan tuas magnet di dial gauge menggunakan tombol di bagian bawah menjadi posisi on.

  5. Kemudian lihat bagian jarum, pastikan posisinya ada di atas permukaan objek hingga menyentuh. Anda bisa mengeceknya dengan menggerakkan jarum pada objek.

  6. Gerakkan objek ke kanan atau kiri dan jika jarum berputar maka alat bekerja. Putaran searah jarum jam artinya merupakan permukaan objek cembung. Apabila putarannya berlawanan maka tandanya cekung. 

DIAL TEST INDICATOR BAGAIMANA CARANAY AGAR TETAP AKURAT DAN AWET?

Cara penggunaan sekaligus penyimpanan alat ukur dial test indicator ini perlu diperhatikan agar dapat mengukur dengan konsisten dan tepat. Berikut ini hal yang perlu anda perhatikan agar alat ukur dila test indicator bisa bertahan presisi dan awet:

  1. Perawatan dan penyimpanan dengan dikembalikan kedalam kotak penyimpanan yang benar akan mempengaruhi kualitas alat. Idealnya ruang penyimpanan alat ukur berada dalam suhu 20 – 25 derajat Celcius. Tujuannya agar alat tidak mengalami korosi dan perubahan fisik.

  2. Tingkat kelembaban ruangan ukur dan penyimpanan alat ukur juga perlu diatur yaitu kurang lebih 50 hingga 60% saja. Usai menggunakannya, perlu langsung menyimpannya di kotak dan pastikan penggunaan sesuai fungsinya. ‘

  3. Hindari dial indicator terpapar benda bermagnet permanen seperti magnetic lifter terlalu lama dan juga terkena benturan keras seperti jatuh karena akan mempengaruhi komponen di dalamnya.

  4. Bershikan setelah penggunaan dan jangan lupa juga untuk rutin membersihkannya dari debu dan kotoran sebelum penyimpanan. 

Jika anda sudah melihat mata anvil sudah menipis atau stem sudah macet rusak memang sebaiknya untuk segera mengganti agar hasil ukur tetap akurat dan bisa dipastikan. Anda tidak perlu membeli stand, hanya unit dial test saja. 

KESIMPULAN

Dial gauge digunakan untuk mengukur serta memeriksa kerataan pada sebuah bidang atau benda. Skala pengukurannya sendiri sangat kecil. Selain untuk mengecek benda yang sedang dibubut, Dial Test indicator gauge juga digunakan untuk uji dan cek akurasi dimensi komponen otomotif seperti pengerjaan porting-polidh dan lainnya agar menjaga tingkat keamanan dan kualitas pakai yang terjamin. Jika Anda berminat untuk membeli perlengkapan Dial Test Indicator, silahkan hubungi kami melalui email : [email protected]
Semoga menambah bahan referensi anda! Wassalam!


Sumber:
Tim Kreatif INSIZE Indonesia, Tulisan ini merupakan opini Pribadi di media milik sendiri.

Tinggalkan Balasan

error: Alert: Anda tidak diperbolehkan untuk menyimpan halaman ini!
%d blogger menyukai ini: